September 2082
Kebenarannya masih belum terungkap jika aku tidak berjuang untuk mendapatkannya. Lebih dan lebih, itu yang mau sampai puas. Tapi aku masih belum puas, akan sesuatu yang sangat penting.
Sejumlah memori yang menyimpan kenangan yang berharga itu ternyata hilang seperti dihapus permanen. Aku juga tidak pernah menyangka hal itu bisa terjadi, apalagi itu semuanya menghilang...
Aku mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi lewat mimpi, ehm... aku memiliki kemampuan untuk melihat mimpi orang dan masuk ke dalamnya, bisa dibilang ini indra keenam atau kekuatan yang tidak bisa semua orang punya, tapi aku punya ini untuk melihat di balik kegelapan.
Bertahun lamanya, lebih dari dekade aku penasaran mengapa ini berubah dengan cepatnya. Ternyata itu karena hilangnya kenangannya bersamaku. Itu adalah masalah utamanya karena aku tidak tahu apapun, dan dia juga selalu diam. Di balik semua kebisuannya, ternyata dia sedang sedih.
Dia sedih karena tidak bisa mengingat segalanya sehingga membuatnya menjadi sangat gila. Aku saja tidak menyadari betapa depresinya dia, dan aku sangat menyesal.
Kami sudah menikah, tujuh belas tahun yang lalu. Dan karena pernikahan yang suci itu kami memiliki seorang anak, dan sebelum pernikahan itu kami sudah dikaruniai tiga orang anak. Vania dan Kevin, mereka kembar dan yang pertama kulahirkan. Kemudian ada Kaleo yang sekarang sudah meninggal. Lalu yang terakhir adalah Kelly, anak perempuanku yang paling beruntung daripada kakak-kakaknya. Bagaimana cara menerangkannya ya... mungkin lebih mudah jika aku katakan bahwa ketiga anak tertuaku tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah. Hanya Kelly yang beruntung datang ke dunia ini setelah aku menikah secara resmi dengan ayahnya, itu saja terpaksa karena kakak perempuanku yang menyebalkan. Dan masalah itu sangat rumit tapi hanya sebuah keajaiban membuat itu terselesaikan dengan mudahnya.
Sekarang Kelly berumur tujuh belas tahun dan dia sendirian di dalam rumah. Peraturan ketat membuatnya harus bertahan di rumah sampai ada waktu untuk keluar. Aku tahu dia merasa seperti dikurung (seperti ayahnya dulu) tapi dia tahu juga kalau peraturan tidak boleh dilanggar. Dia memang anak yang pandai.
Tidak kusangka waktu berjalan dengan sangat cepat sampai anak terakhirku sudah hampir lulus sekolah akhirnya. Selain itu, kudengan Vania dan Kevin akan segera menikah. Jika waktu masih mengijinkan aku untuk terus berada di bumi, aku sudah menjadi seorang nenek.
Tapi secara tidak langsung aku memang sudah menjadi seorang nenek. Umurku sudah 85 tahun, tapi jangan salah, aku masih terlihat muda seperti berumur dua puluh dua tahun. Suatu keserahan manusia bisa membuatku seperti ini, walaupun aku tidak suka tapi terpaksa. Hanya satu yang kusyukuri mengapa aku masih bisa hidup, masih kuat, dan masih muda sekarang. Ya, aku bersyukur bahwa aku bisa bersama seseorang yang sangat aku cintai. Kami sering berpisah karena berbagai masalah, dan semuanya itu sudah menjadi kenangan saja. Kami sudah berbahagia sekarang.
Tapi, masalah utamanya sekarang adalah kenangan yang hilang itu. Aku tahu betapa pentingnya ingatan itu baginya, dan sejujurnya aku tidak memerlukan itu darinya. Tapi dia adalah sosok yang ingin menunjukan kesungguhannya kepadaku (terkadang itu cuma kedustaan, tapi itu tidak benar). Hanya ada satu yang bisa dia lakukan untuk menunjukannya, alasannya dia mencintaiku. Aku sudah mencoba untuk membantunya tapi dia berkata bahwa itu belum cukup untuk mengungkapkan betapa sangat berharganya aku baginya. Aku menjadi sedih sendiri memikirkan dia yang mencoba untuk berpikir keras.
Sehingga pada setiap malamnya aku selalu masuk ke dalam mimpinya dan melihatnya. Tapi dia tidak kuat karena mimpi itu buruk. Dia selalu saja terbangun jika aku lakukan itu dan terjaga sampai paginya. Padahal aku ingin membantunya untuk melihat ke alam sadarnya untuk melihat kenangannya yang hilang. Tapi sepertinya itu sangat sulit daripada yang kuperkirakan.
Lalu, aku mencoba untuk meminta bantuan dari kakak laki-lakiku. Dan dia memberikan aku sebuah cerita yang tidak kuingat dan suamiku juga. Kenangan itu adalah kenangan yang sangat menyentuh hatiku.
Pada ulang tahun suamiku yang ke dua puluh satu tahun, dia pergi ke Alaska untuk melakukan ceck up. Dia harus melakukan itu setiap di hari ulang tahunnya, itu bertujuan untuk melihat kemajuan tentang dia. Dan pada waktu yang kebetulan, aku berada di sana tapi masih dalam keadaan yang kosong. Maksudnya, aku seperti seorang gadis yang baru saja dilahirkan. Aku tidak bisa berbicara dan tidak memiliki kenangan. Tapi aku bisa makan, minum, duduk, dan mendengarkan.
Pada waktu itu, aku duduk di ruangan dimana aku harus diamati dua puluh empat jam. Suamiku melihatku dari luar saat dia hendak melakukan tes lanjutan. Tapi langkahnya berputar dan menghampiriku. Secara ajaib aku langsung bisa mengenalinya dan menyebutkan namanya dengan lancar, serta tersenyum. Kakakku tidak percaya aku bisa lakukan itu dan melihat perkembanganku, dia memutuskan untuk memberikan kami privasi untuk berdua saja. Kakakku tidak tahu apa yang kami lakukan, tapi dia yakin bahwa suamiku sangat terpukul melihat kondisiku. Tapi itu juga sekalian membuatnya merasa senang. Kami bertemu dalam kondisiku yang seperti bayi itu. Dan katanya aku selalu menempel dengannya seperti ada lem di antara kami. Hanya itu yang dikatakan oleh kakakku, dan dia tidak tahu apa-apa setelah itu karena dia memberikan privasi sekali untuk kami berdua.
Setelah itu aku coba bertanya kepada suamiku, tapi dia tidak mengerti apa maksudnya. Itu berarti dia tidak menuliskan laporan tentang kejadian itu.
Ini akan menjadi lebih sulit lagi, tapi aku tidak akan menyerah membantunya untuk mencari alasan mengapa dia mencintaiku-tidak--dia sangat mencintaiku. Sudah banyak waktu kami lewati bersama dan semuanya itu sangat menyenangkan. Jujur, aku sangat bahagia. Terima kasih, suamiku, Calvin Riicon.
Alicia Riicon.
Komentar
Posting Komentar